IKATAN RUMAH SAKIT SWASTA SEMARANG MENGADAKAN PELATIHAN PROGRAM KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT
DI RS TELOGOREJO SEMARANG
Dalam rangka menyambut Gerakan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI bersama PERSI dan KKP-RS dalam seminar nasional PERSI tanggal 21 Agustus 2005 lalu, Ikatan Rumah Sakit Swasta Semarang pada tanggal 31 Januari 2007 mengadakan Pelatihan Program Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Auditorium Rumah Sakit Telogorejo Semarang.
Adapun peserta pelatihan selain diikuti oleh rumah sakit swasta di Semarang, juga diikuti oleh beberapa rumah sakit pemerintah antara lain RSUD Kota Semarang, RSUD banyumas, RSUD Cilacao, RSUD Batang, RSK Tayu Pati dan RS Mardi Rahayu Kudus, disamping itu diikuti juga beberapa mahasiswa S2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Direktur Utama RS Telogorejo dr. Imelda Tandiyo, RDCS, FASE dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa pada Kongres Persi 22 - 25 Nopember 2006 lalu, RS Telogorejo Semarang, RS Persahabatan Jakarta, dan RS Charitas Palembang, diberi kesempatan presentasi tentang uji coba pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit. Pengalaman persentasi dalam Kongres Persi tersebut yang juga akan disajikan dalam acara pelatihan kali ini, mudah - mudahan dapat ikut memperkaya pengalaman peserta pelatihan.
Pelatihan yang dibuka oleh Ketua Ikatan Rumah Sakit Swasta Semarang Profesor. Dr. Rifki Muslim, SpBU mengharapkan agar budaya keselamatan pasien dapat segera terwujud di rumah sakit Indonesia sehingga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit yang aman dapat meningkat.
Berbicara dalam acara tersebut adalah dr. Bambang Suyono, SpOG sebagai keynote speaker mengulas tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit (tinjauan umum), dr. R. Rochmanadji Widajat, SpA (K), MARS membahas tentang Membangun Budaya Kerja Quality - Safety. Selain itu dr. Agus Harjono Boediman, MKes menjelaskan tentang Langkah - Langkah Penerapan KPRS di RS Telogorejo (yang sebagian besar materinya adalah materi yang pernah disampaikan dalam Kongres Persi bulan Nopember 2006), Kunarti, AMK mengulas tentang Pengalaman Uji Coba Keselamatan Pasien di Kamar Bedah dan dr. Retno Hartantyo. MKes menerangkan Pengalaman Uji Coba Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat.
Sedangkan dr. Juron Respati Hudoyo menerangkan pengalamannya di dalam melakukan HFMECA (Healthcare Failure Mode Effect and Cause Analysis), RCA (Root Cause Analysis), Matrix Assesment dan Algoritme Perlaporan Insiden. Dan, di penghujung acara pelatihan, dr. R. Rochmanadji memberikan resume dan langkah - langkah kunci yang memudahkan terlaksananya program Keselamatan Pasien. Dalam sambutan akhir, dr Agus Harjono selaku Ketua Panitia Pelaksana mengemukakan bahwa dengan berakhirnya pelatihan ini bukanlah akhir dari segalanya namun justru merupakan awal bagi rumah sakit untuk bersama - sama membudayakan budaya keselamatan pasien dan perlu diadakan dialog antar rumah sakit yang lebih intensif guna mempercepat terwujudnya budaya patient safety.