SARASEHAN BUDAYA SEHAT DI WISMA PERDAMAIAN
Selasa, 7 Mei 2007
Sarasehan Budaya Selasa Kliwon sebuah acara yang diselenggarakan secara rutin setiap malam Selasa Kliwon oleh Yayasan Studi Bahasa Jawa (YSBJ) kembali digelar pada tanggal 7 Mei 2007 Dengan bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, acara sarasehan tersebut berlangsung di Wisma Perdamaian, ruamh dinas Gubernur Jawa Tengah (dahulu dikenal dengan nama De Vredestein, sebuah rumah yang dulunya pernah menjadi kediaman resmi Gubernur VOC untuk kawasan Provinsi Pantai Tenggara Tanah Jawa).
Acara sarasehan yang banyak dihadiri juga oleh Bapak Gubernur H Mardiyanto beserta jajarannya, Prof. Dr. Soetomo WE selaku ketua Yayasan Studi Bahasa Jawa Kanthil beserta para sesepuh dan peminat studi bahasa Jawa, serta beberapa wakil rakyat itu diisi dengan ceramah tunggal tentang kesehatan yang berjudul Budaya Sehat Bagi Kehidupan Manusia oleh dokter Agung Sudarmanto dari Rumah Sakit Telogorejo.
Dalam paparannya antara lain dikatakan bahwa di jaman modern ini, dimana tingkat kesejahteraan manusia meningkat, manusia cenderung dimanja oleh keadaan. Adanya lift, eskalator, kemudahan prasarana transportasi sehingga kualitas dan kuantitas geraknya berkurang drastis. Padalah, ibarat "kapal yang berhenti lama di dermaga lebih mudah berkarat, sedangkan air sungai yang berhenti mengalir akan membusuk, demikian juga apabila manusia tidak melakukan gerakan yang cukup juga akan kedatangan berbagai macam penyakit"' papar Agung.
"Peralatan komputer, permainan play station, remote controle yang banyak memasuki rumahpun akan memberikan dampak berkurangnya gerak manusia, termasuk anak - anak. Bahkan berbagai peralatan otomatis di rumah tangga, seperti kompor listrik, kipan angin, seterika listrik, microwave pun akan mengurangi frekuensi gerak ibu - ibu rumah tangga"' lanjutnya. "Dan, untuk mengisi waktu luang akibat efisiensi dan efektifitas waktu karena modernisasi, seringkali tidak diisinya dengan kegiatan olahraga yang menyehatkan. Kegiatan melewati waktu dengan santai "duduk manis di rumah", berbelanja ke mall tanpa tujuan yang jelas, mejeng berlama - lama di mall, merupakan alternatif yang seringkali dilakukan, sehingga semakin menjauhkan manusia dari dunia gerak"
"Hidup yang serba cepat dan instant membuat pola hidup manusiapun mengikutinya, sehingga makanan fast food yang seringkali kaya kolesterol, asam urat dan sebagainya menjadi pilihan alternatif yang mampu mengimbangi kecepatan keinginan jaman. Makanan slow food yang kaya serat tidaklah menjadi perhatian. Bahkan sengan iming - iming mainan yang menarik akhirnya makanan fast food pun memasuki kehidupan anak - anak generasi muda kita, sehingga penyakit pun mulai menjarah anak - anak kita. Overweight atau obesitas menjadi ancamannya. Sayangnya beberapa orang tua merasa senang apabila anaknya nampak gemuk. Inilah tanda adanya kekurang pahaman para orang tua di dalam memandang makna sehat". "Bahkan seringkali kegiatan makan bukan disebabkan karena kebutuhan, namun acapkali juga digunakan untuk sarana lobbying, menraktir rekanan atau isebagai kegiatan internain, sehingga bukan jumlah atau jenis makanan yang penting namun bagaimana pihak yang ditraktir itu puas, tidak peduli dampak yang akan ditimbulkannya. Dengan demikian akhir - akhir ini penyakit seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, hiperkolesterolemia, asam urat, batu empedu, batu ginjal , dan stres mulai berdatangan", lanjut Agung yang juga aktif di Yayasan Jantung Cabang Utama Jawa Tengah itu.
Bahkan menurut Agung, di Rumah Sakit Telogorejopun dengan Telogorejo Heart Centrenya mulai kedatangan penderita penyakit jantung dan terpaksa dipasang cincin (ring) meskipun usia penderita itu masih relatif muda. "Untuk itu bergeraklah dan berpola hidup sehat mulai sekarang", demikian pesannya sebelum menutup ceramahnya