DIALOG PAGI TELOGOREJO SPORTS INJURY CLINIC
(Cedera Bersepeda, Bagaimana Penanganannya)
Sabtu, 1 September 2007
Sekarang masyarakat mulai sadar akan pentingnya berolahraga bagi kesehatannya. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perkumpulan - perkumpulan olaharaga seperti Klub Jantung Sehat dan klub senam lain mulai tumbuh subur bak cendawan di musim hujan., demikian juga klub olahraga yang lain seperti fitness, jalan sehat, sepakbola, tenis, renang, golf, bowling dan lain - lain serta beberapa cabang olahraga masyarakat lain juga tidak mau ketinggalan ikut mneyemarakkannya.
Olahraga bersepeda yang dulu kurang banyak diminati, sekarang mulai banyak peminatnya sehingga mampu menyemarakkan jalan - jalan di kota Semarang. Sehubungan dengan hal tersebut Telogorejo Sports Injury Clinic mengawali bulan September, tepatnya tanggal 1 September 2007, mengadakan Dialog Pagi yang biasanya terselenggara setiap dua bulanan di Auditorium RS Telogorejo, mengambil tema : Pencegahan dan Penanganan Cedera Olahraga.. Dalam dialog yang dihadiri para atlet dan pemerhati olahraga bersepeda ini menghadirkan pembicara dokter Djamal Tahitoe, dokter Spesialis Rehabilitasi Medik yang juga dokter di Telogorejo Sports Injury Clinic.
Djamal memulai membuka dialog pagi dengan pengertian tentang cedera sebelum masuk ke tema yang akan dibahasnya. Menurutnya, cedera olahraga ialah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu berlatih, saat pertandingan maupun sesudah pertandingan. "Jadi kejadian cedera atau pengertian cedera olahraga tidak hanya terjadi selama berolahraga seperti yang dimenerti sebagian masyarakat,"tandas dia, "…..dan, yang berisiko cedera ialah semua struktur tubuh, meliputi : ligamen, tendon, bursa, fascia, otot, cartilago, tulang maupun sistem saraf. Adapun berdasarkan mekanisme terjadinya, cedera olahraga dapat dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu ketidakmampuan jaringan, kontak langsung, dan overuse," lanjutnya
Pengertian Cedera
Menurutnya, risiko cedera bisa terjadi pada semua jenis olahraga. termasuk pada Olahraga Bersepeda, baik cedera karena posisi/ sikap yang kurang benar saat bersepeda, juga dapat dikarenakan peristiwa tabrakan. Karena Posisi/Sikap yang kurang benar saat bersepeda, misalnya, dapat terjadi lecet pada kaki karena sepatu yang tidak sesuai, penebalan kulit kaki, nyeri di daerah pantat karena sadel keras, nyeri pinggang karena : tegangnya otot-otot pinggang, discus intervertebralis yang meleset, corpus vertebra yang bergeser, nyeri sendi bahu , nyeri sendi siku dan nyeri pergelangan tangan
Sedangkan cedera akibat tabrakan dapat terjadi terjadi gegar otak ringan sampai berat atau perdarahan di bawah kulit, patahnya tulang clavicula dan trauma pada punggung samping atas
Pada lengan : kadang kala terjadi dislokasi pada sendi bahu, sendi siku, sendi pergelangan tangan atau patahnya tulang lengan (baik atas maupun bawah), dislokasi pada sendi telapak tangan dan jari tangan atau patah tulang pada paha tulang lutut maupun tulang tungkai, sedangkabn pada kaki jarang terjadi cidera
Pencegahan cedera
Terdapat strategi agar cedera dapat dihindari. Asntara lain dengan melakukan pemanasan dan pendinginan dengan benar, latihan (training) dan Strength training, Sehat jasmani dan rohani, Mematuhi aturan pertandingan.
Tujuan utama pemanasan adalah meningkatkan temperatur tubuh baik otot maupun tubuh secara keseluruhan dan untuk peregangan jaringan kolagen agar diperoleh fleksibilitas yang lebih besar. Ini akan mengurangi risiko robeknya otot maupun ligamen, serta membantu untuk mencegah nyeri otot dan tidak memiliki kelainan anatomis maupun antropometri. "Jangan anggap enteng pemanasan," demikian pesan Djamal
Pemanasan, menurut Djamal, terdiri dari pemanasan general dan pemanasan spesifik. Permanasan general biasanya berupa jogging, berlari santai, latihan/ exercise dan peregangan/ stretching.; setelah itu perlu diikuti dengan pemanasan spesifik yaitu sesuai dengan jenis olahraga pemain. Sedangkan pendinginan dapat dilakukan dengan jogging selama 30 detik sampai 1 menit, diikuti dengan jalan 3 sampai 5 menit.
Latihan (training) lanjut Djamal, perlu dilakukan secara teratur, sistematis dan terprogram. Endurance training adalah latihan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot agar lebih efisien dan tidak cepat lelah.
L:angkah lain yang perlu diperhatikan dalah melakukiann Strength training adalah latihan yang dilakukan dengan tujuan mempersiapkan pemain untuk melakukan usaha-usaha "eksplosif" (misal pada lempar lembing ). Sedangkan skill training bertujuan untuk meningkatkan katrampilan pemain dengan melakukan teknik berolahraga dari yang paling dasar sampai teknik yang paling tinggi.
Kesehatan jasmani dan rohani.juga memegang peranan penting. Kondisi sehat sangat diperlukan agar pemain dapat melakukan koordinasi gerakan dengan baik serta dengan konsentrasi yang penuh. Selain itu mematuhi aturan pertandingan.juga mempunyai andil dalam upaya pencegahan cedera olahraga. Pada body contact sports, kepatuhan pemain pada aturan pertandingan serta peran wasit yang jeli dan tegas dalam memimpin pertandingan sangatlah penting. misal pada pertandingan bela diri. Faktor tidak memiliki kelainan anatomis maupun antropometri., lanjut Djamal, misalnya kelainan anatomis tungkai X atau O, sedangkan kelainan antropometri misalnya tungkai yang tidak sama panjang dapat memberikan andil dalam cedera olahraga.
Menggunakan peralatan atau pelindung yang memadai juga perlu diperhatikan dengan seksama. Menggunakan sepatu olahraga yang sesuai atau memakai pelindung kepala atau tubuh pada jenis olahraga tertentu merupakan salah satu upaya pencegahan cedera. Dan terakghir adalah melakukan 10 prinsip utama "conditioning", yaitu pemanasan yang cukup, peningkatan kondisi secara bertahap, lama, intensitas, level kapasitas, kekuatan, motivasi, spesialisasi, relaksasi dan rutinitas.
Apabila upaya pencegahan itu tetap tidak berhasil dan seseorang masih terkena cedera, maka menurut Djamal Tahitoe, bagian Telogorejo Sports Injury Clinic siap membantu untuk mengatasi cedera yang dialami . Terdapat beberapa peralatan yang dimiliki Telogorejo Sports Injury Clinic untuk mengatasi cedera olahraga.
Selain dialog pagi tentang cedera bersepeda juga diselingi dengan peragaan penanganan cedera olahraga oleh Endah Sri Rejeki, SmPH., Head Section Rehabilitation RS Telogorejo Dengan peragaan ini diharapkan para peserta dialog pagi bisa lebih mudah mengetahui cara penangananan tersebut.