Tanggal 7 September 2007, RS Telogorejo mengadakan acara peresmian Klub Jantung Sehat RS Telogorejo. Hadir dalam acara tersebut selain jajaran direksi beserta staf RS Telogorejo , juga dihadiri ketua beserta Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah dan beberapa Klub Jantung Sehat di kota Semarang. Selain peresmian Klub Jantung Sehat juga dilakukan pelantikan pengurus Klub Jantung Sehat RS Telogorejo. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Badan Pelaksana Klub Jantung Sehat Jawa Tengah Ir. Maryono. Selain memberikan wejangan singkat dan semangat kepada pengurus, juga dilakukan penyerahan bendera KJS RS Telogorejo kepada Ketua Klub Jantung Sehat RS Telogorejo Ratna Hartati, SKep.
Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Direktur RS Telogorejo dr. Imelda Tandiyo, RSDC, FASE, antara lain mengatakan bahwa Rumah sakit Telogorejo telah memilih pelayanan jantung sebagai pelayanan unggulan. Pemilihan ini telah diwujudkan dengan diresmikannya Telogorejo Heart Centre, sebuah pusat pelayanan jantung yang komprehensif pada Mei dua tahun silam. Dikatakan komprehensif dikarenakan pelayanan di Telogorejo Heart Centre tidak saja meliputi tindakan kuratif namun meliputi juga pelayanan preventif, promotif, dan rehabilitatif. Mulai dari pemeriksaan awal ke klinik kardiologi yang ditangani Kardiolog hingga pemasangan cincin (stent) dan operasi pintas koroner oleh dokter Bedah Jantung, dan hal ini telah sering dilakukannya di RS Telogorejo. Selain itu RS Telogorejo juga telah mengeluarkan Telogorejo Heart Member, yang didedikasikan untuk para pasien yang pernah dilakukan tindakan medik di Telogorejo Heart Centre, yakni berupa pemberian harga khusus bagi pemegang member tersebut. Lebih lanjut dr. Imelda mengatakan bahwa upaya pencegahan penyakit jantung melalui edukasi publik, seminar ilmiah dan populer, penyuluhan kesehatan, majalah, penulisan di media massa dan elektronik juga telah dilakukan RS Telogorejo di beberapa kota di Jawa Tengah sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jantung. Peresmikan Klub Jantung Sehat RS Telogorejo, menurut Imelda juga merupakan salah satu upaya rumah sakit untuk membantu terwujudnya masyarakat sehat dengan jantung sehat. Karena selain dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi masyarakat yang ingin melakukan senam jantung sehat , Klub ini juga akan mengadakan edukasi publik rutin bulanan yang akan membahas tentang kesehatan jantung, disamping sebagai media komunikasi antara anggota Klub dengan pengurus Klub yang di dalamnya juga terdapat beberapa orang dokter. Rencana jangka pendek ke depan, RS Telogorejo juga akan segera membentuk Klub Senam Jantung Rehabilitatif untuk memberi tempat olahraga/ kebugaran jasmasi bagi para pasien pasca operasi jantung. Dengan demikian para penderita penyakit jantung pasca operasi jantung, misalnya, tetap dapat berolahraga dengan aman.dan bugar. Lebih lanjut Imelda berpesabn agar keberadaan Klub Jantung ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat khususnya dalam hal kesehatan jantung.
Dalam sambuitannya, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah Hj. Sri Lestari Soediro, SE antara lain juga berpesan agar Klub Jantung yang baru saja diresmikan ini mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat agar Indonesia sehat 2010 dapat tercapai. Ia juga berpesan agar mulai ditumbuhkan Klub Jantung Sehat Remaja karena kesehatan jantung perlu dipersiapkan sejak usia dini.
Bersamaan dengan acara peresmian tersebut diikuti dengan acara Senam Jantung Sehat bersama yang diikuti oleh semua peserta serta pemeriksaan kesehatan.berupa pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gukla darah sewaktu dan pemeriksaan EKG.
Sebagai penutup serangkaian acara tersebut adalah seminar kesehatan jantung yang berjudul Rehabilitasi Medik pada Penyakit Jantung Koroner.oleh dokter Nanik Trimulyani, SpRM. Dalam ceramahnya diawali dengan pengertian dan proses terjadinya penyakit jantung koroner. Adanya penyumbatan pembuluh darah koroner akan mengurangi pasokan darah yang membawa Oksigenm ke otot jantung. Hal ini antara lain disertai rasa sakit pada dada kiri. Apabila terjadi sumbatan total maka akan terjadi serangan jantung akut (infark miokard infark)
Lebih detail dr. Nanik menjelaskan bahwa tanda - tanda penyakit jantung yang mematikan itu antara lain nyeri dada seperti di remas-remas / terbakar / tertekan sampai rasa cemas yang dirasakan didada, rasa nyeri dapat menjalar kelengan kiri sampai jari-jari, leher dan punggung kiri. Adanya rasa tercekik, sesak nafas, kadang-kadang mual, muntah, diare, muncul keringat dingin, les-lesan, berdebar-debar sampai pingsan. Dan rasa nyeri dapat dirasakan lebih dari 20 menit dan bertambah dengan aktivitas, serta agak berkurang rasa sakitnya dengan istirahat..
Lebih lanjut dr. Nanik menginformasikan juga tentang tindakan/ pertolongan pertama pada serangan jantung, yakni baringkan si sakit di tempat datar, ventilasi cukup, jangan dikerumuni banyak orang, kalau perlu baju dilonggarkan, penderita diistirahatkan dan bernafas teratur, 2-3 x agak dalam dan cepat, kemudian bernafas biasa., kalau ada bisa diberikan O2. Siapkan ambulans dan segera di bawa ke RS. terdekat dan lebih baik ke Rumah Sakit yang mempunyai bagian / Unit Intensive Care (ICU), jangan menunggu dokter datang.. Jikalau penderita kejang / akan pingsan, lakukan nafas buatan dan pijatan jantung dengan perbandingan (1 : 2-4x) sambil menunggu ambulans ICU.
Dalam paparannya ia juga menjelaskan tentang tujuan rehabilitasi jantung adalah : (1) Meningkatkan kapasitas fungsional kardiovaskular sehingga meningkatkan kualitas hidup., (2) Mengendalikan faktor-faktor risiko koroner, (3) Meminimalkan kemungkinan kekambuhan, (4) Menurunkan angka kematian dan kesakitan., serta Mempersiapkan penderita untuk tindakan-tindakan medis selanjutnya (kateterisasi jantung, pemasangan stent, operasi pintas koroner, dan lain - lain). Sedangkan keuntungan yang diharapkan akan diperoleh seorang penyandang penyakit jantung apabila dilakukan rehabilitasi, menurut Nanik, adalah timbulnya rasa lebih nyaman dan percaya diri, tidak mudah lelah karena lebih terlatih, nerkurangnya frekuensi serangan nyeri angina, berkurang/ hilangnya depersi atau gangguan psikologik lain. Selain itu pasien dapat tidur lebih baik/ nyenyak sehingga pasien dapat lebih segar/ fit disamping mampu mengurangi masa perawatan di rumahsakit karena pasien bisa segera pulang dan kembali bekerja.. Untuk itu, menurut dr Nanik, perlu diet rendah garam, diet diabetes, rendah kolesterol dan lain - lain , mengurangi mortalitas morbisitas serta stop rokok, kopi, serta alkohol. Olah raga diupayakan dilakukan secara teratur dan terukur (dosis tepat) sesuai kondisi jantungnya. Sedangkan obat-obat yang diminum harus selalu disediakan dan dibawa setiap saat. Seseorang perlu mengetahui tentang cara minum obat, dosisnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah perilaku dan pandangan hidup lebih posistif, tidak terburu-buru (kemrungsung), hindari stres. hidup lebih santai, sabar, tidak egois, tidak perfeksionis (kepribadian tipe A)
Di tengah - tengah seminar, dr. Djamal Tahitoe, SpRM selaku Ketua Panitia Pelaksana Acara Peresmian Klub Jantung Sehat mengatakan bahwa sebentar lagi akan dibentuk Klub Jantung Rehabilitatif guna mewadahi pada pasien pasca tindakan operasi jantung dan juga berniat mengembangkan Klub Jantung Sehat Remaja seperti yang disarankan Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah melalui sambutannya