PUASA PADA KEHAMILAN
Meskipun di bulan Ramadhan, ceramah kesehatan yang digelar RS Telogorejo pada tanggal 22 September tahun ini tetap mendapatkan perhatian yang besar drai masyarakat. Hal ini ditandai dengan banyaknya peserta ceramah yang hadir. Pembicara dalam acara ini adalah dokter Bambang Suyono, SpOG (K) , Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan Konsultan dan tema yang diulas tentang Puasa pada Kehamilan.
Membuka ceramahnya, dr. Bambang Suyono mengawali dengan menerangkan proses kehamilan. Menurutnya, kehamilan adalah proses alamiah atau terjadi apabila sperma (sel mani) bertemu dengan sel telur. Pertemuan terjadi didalam saluran telur dan pada saat itu mulai terjadi pertumbuhan bakal janin (mudiqah). Kemudian pada usia kira - kira 1 minggu mudiqah sampai didalam rongga rahim, menempel pada lapisan mukosa rahim dan tumbuh sampai kehamilan cukup bulan dan siap untuk dilahirkan.
Mengingat pentingnya menjaga proses kehamilan agar bayi yang dilahirkannya sehat maka seorang ibu perlu juga mengetahui kebutuhan gizi selama kehamilan.
Sebagaimana diketahui bahwa kehamilan dibagi tiga tahap yang dikenal dengan istilah trimester, trimester pertama, kedua dan ketiga.
Trimester pertama berlangsung mulai usia kehamilan 1 - 3 bulan kehamilan.. Pada trimester ini tubuh sedang mengalami penyesuaian , penurunan selera makan, mual.. Untuk itu tubuh perlu penyimpanan zat gizi sebanyak - banyaknya untuk cadangan. Beberapa tip diet yang disarankan adalah hindari makanan dengan aroma tajam seperti durian, nangka, pete, makan dulu porsi kecil setiap 2/3 jam supaya lambung tidak kosong., minum secukupnya., mengonsumsi karbohidrat yang mudah dicerna, krockers, kentang, nasi, buah - buah, protein rendah lemak. "Sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan, susu, sari jeruk, minuman jahe,:"tutur dr. Bambang
Adapun penyakit/ penyulit yang mungkin bisa terjadi pada trimester ini antara lain : Muntah - muntah lebih dari 10 x sehari, tidak bisa makan / minum sehingga mengalami dehidrasi, kurang darah (Hb rendah). pendarahan (keguguran) dan adanya penyakit lain Diabetes Mellitus, jantung, ginjal, hati, paru dan lain - lain
Pada Trimester kedua, usia janin sekitar 4 - 6 bulan kehamilan.. Pada trimester ini
terjadi pertumbuhan janin dengan pesat. Tubuh memerlukan kalori tambahan. Sebagai perbndingan , wanita tidak hamil perlu 1900 kal dan saat hamil perlu 2000 - 3000 kalorii. Selain itu ibu mulai menyimpan lemak dan zat gizi lain untuk persiapan produksi ASI. Dismaping juga perlu menjaga kenaikan berat badan yang disesuaikan dengan Indeks Masa Tubuh (IMT).. IMT dihitung berat badan (kg) dibagi tinggi badan. Jikalau IMT 18,5 - 25,0 (normal) kenaikan 11 - 16 kg, IMT < 18,5 ( kurus) kenaikan 13 - 18 kg., MT 25 - 27 (gemuk) kenaikan 7 - 11 kg., IMT > 27 (obesitas) kenaikan 7 kg. Pada Trimester II terdapat potensi munculnya penyakit. Penyakit / penyulit yang mungkin terjadi pada Trimester II menurut dr. Bambang Suyono antara lain pertumbuhan janin kurang baik., keracunan kehamilan ( pre eklampsia)., perdarahan (plasenta previa) dan penyakit - penyakit lain.
Pada usia kehamilan 7 - 9 bulan, yanng dikenal dengan Trimester ke III konsumsi vitamin dan mineral sangat diperlukan. disamping memperbanyak porsi konsumsi sayuran dan buah - buahan segar. Adapun penyakit/ penyulit yang mungkin terjadi pada trimester ke III adalah pertumbuhan janin kurang., keracunan kehamilan., perdarahan (plasenta previa)., dan penyakit lain.
RSEbagaimana telah kita ketahui bahwa Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun islam; ibadah ini tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim yang telah baligh dan sehat jasmani rohani, oleh karena itu wanita muslimah yang hamil pun berkewajiban melakukannya. Lalu. bagaimana kalau wanita hamil itu tidak sanggup mengerjakannya? Apakah ia wajib mengganti puasa pada hari lain atau boleh mengganti dengan bentuk ibadah yang lain?
Untuk menerangkan hal di atas, Dokter Bambang mengutip Quran Surat Al Baqarah ayat 183 - 184 yang artinya : " Hai orang - orang beriman, diwajibkan pada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan pada orang - orang sebelum kalian, semoga kalian bertaqwa, yaitu dalam beberapa haki - haki tertentu. Barang siapa diantara kalian bepergian (lalu tidak berpuasa), hendaklah ia ganti pada hari - hari lain, bagi orang yang tidak mampu melakukannya, gantinya ialah dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan orang - orang miskin (setiap hari ia tidak berpuasa). Barang siapa mau dengan senang hati berbuat baik, hal itu adalah baik bagi dirinya. Akan tetapi, kalau kalian berpuasa hal itu lebih baik bagi diri kalian jika kalian mengetahuinya."
Menurut dokter Bambang, orang yang digolongkan berhalangan puasa adalah : orang sakit, orang yang bepergian (musafir), dan orang yang tidak mampu melakukan
untuk gol.1 dan 2 harus mengganti puasa pada hari lain. Sedangkan untuk golongan .3 menurut (tafsir Ibnu Katsir 1 : 377) atau yang dimaksud golongan yang tidak mampu melakukan puasa adalah : Laki - laki atau perempuan usia tua dan wanita yang hamil atau menyusui karena khawatir atas keselamatan diri mereka dan anaknya. Sebagai gantinya dieprsyaratkan memberi makan setiap hari orang - orang miskin (fidyah). Fidyah ini boleh dibayar dalam bentuk makanan atau uang seharga makanan sehari, selama tidak mampu berpuasa.
Menutup ceramahnya, dr. Bambang Suyono memberikan pertunuk yang perlu diperhatikan oleh wanita hamil yang berpuasa : yakni (1) Kontrol hamil sesuai jadwal apabila dalam pemeriksaan didapatkan penyulit, maka dokter akan memberitahukan untuk menghentikan puasa, sampai kondisi memunkinkan untuk berpuasa lagi. (2) Perbaikan menu makanan saat berbuka / sahur, ada beberapa tip sebagai berikut (a) . Minum cukup supaya tidak dehidrasi, sesering mungkin setelah berbuka sampai sahur. (b) Atur menu makanan yang memenuhi standar gizi mencakup 50% karbohirdat, 25% lemak, 10-15% protein dan mineral secukupnya. (c) Dianjurkan makan sahur selambat mungkin kira - kira satu sampai setengah jam sebelum imsak. Tetap melakukan aktivitas
(3) Hemat kalori dengan waktu istirahat yang cukup, (4) Perhatikan kenaikan berat badan sesuai IMT. Apabila menurun, harus diwaspadai kemungkinan ada gangguan kesejahteraan janin.. (5.) Pada saat akan melahirkan sebaiknya menghentikan puasa, karena proses persalinan memerlukan banyak tenaga.
Demikian secara sekilas pandangan tentang penyuluhan puasa pada kehamilan.