Rencana Kegiatan


 
 
DONOR DARAH

RS. Telogorejo Semarang bekerjasama dengan PMI Kota Semarang mengadakan donor darah rutin pada tanggal 25 setiap bulannya. Jika tanggal 25 jatuh pada hari Sabtu/Minggu diganti hari Jum'at
Waktu & Tempat  :
Depan Counter CPM (PerusahaanMitra)
( Graha Rawat Jalan Lantai 1 )
09.00 - 12.00 WIB
Free Souvenir Cantik Dari RS Telogorejo

PENYULUHAN

Penyuluhan Gizi Diabetes Melitus di RS. Telogorejo Semarang (Gratis) tiap hari Rabu Minggu ke-3 bertempat di Auditorium RS. Telogorejo Semarang

Penyuluhan Kehamilan di RS. Telogorejo Semarang (Gratis) tiap Minggu ke-4 bertempat di Auditorium RS. Telogorejo Semarang


Waktu Berkunjung


Kami menyediakan waktu bagi Anda untuk bertemu dengan keluarga atau teman Anda yang sedang dirawat inap setiap hari sesuai dengan waktu kunjung kami, yaitu :

Pagi      : 10.00 - 12.00 WIB
Sore     : 17.00 - 19.00 WIB
Hari Minggu / Hari Besar  :
09.00 - 19.00 WIB
(kecuali ICU, ICCU, NICU, PICU)

Kami juga menghimbau, bahwa anak dibawah usia 12 tahun tidak diperkenankan untuk berkunjung ke tempat pasien rawat inap.

HOTLINE SERVICE 24 JAM : 081 6666 340
Agenda Kegiatan


12 Januari 2008
Penyuluhan Diabetes Molitus  "Kesehatan Paru Pada Penderita DM"

19 Januari 2008
Bakti Sosial Bertempat Di "Kelurahan Purwosari"

25 Januari 2008
"Donor Darah" Bertempat Didepan Counter Perusahaan Mitra Jam 08:30 - 12:00 WIB

26 Januari 2008
"Penyuluhan Kehamilan" Bertempat Di Auditorium RS. Telogorejo Jam 10:00 - Selesai


JL. KH. Achmad Dahlan, Semarang - Jawa Tengah
Telp. (024) 8446000 atau 8446444 Fax. (024) 8317410
E-mail : rstlgr@rstelogorejo.com





Halaman  :





1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29
WASPADAI PILEK PADA ANAK
Sabtu, 27 September 2007   ( Download Makalah 1)    ( Download Makalah 2)

       Pada tanggal 29 September 2007  Telogorejo Rehabilitation Community kembali menggelar Dialog padi yang bertajuk Waspadai Pilek pada Anak. Pembicara yang hadir adalah dr. Titin Eko Nugraheni, Spesialis Anak dan dr. Dion Santoso, Spesialis Rehabilitasi Medik.
       Acara dialog dibuka dengan presentasi dari dokter Dion Santoso spesialis Rehabilitasi medik, juga dokter di Telogorejo Sports Injury Clinic. Ia membahas Pilek dari  Aspek Rehabilitasi Medik. Menurut dr. Dion, pilek merupakan infeksi primer yang dapat mengenai nasopharing dan hidung yang sering dijumpai bayi dan anak. Pada anak infeksi bisa mencakup daerah sinus paranasal dan telinga tengah disertai demam tinggi. Sedangkan penyebabnya adalah virus, namun dapat juga akibat komplikasi dari invasi bakteri patogen.(yang menyebabkan sakit).
       Gejala dari pilek ialah dari hidung keluar sekret cair jernih dapat kental dan purulen bila terjadi infeksi sekunder, batuk, bersin, sekret mengakibatkan sumbatan sehingga anak bernafas melalui mulut, tenggorokan sakit, dan pusing
       Meskipun kelihatan sebagai penyakit ringan, namun tidak jarang yang menimbulkan komplikasi , seperti (1) Sinusitis Paranasal dengan gejala nyeri kepala, nyeri tekan di daerah sinus frontal dan maksilaris, lesu, cepat lelah, bernafas dengan mulut., (2) Otitis Media Akut dengan gejala suhu badan mendadak tinggi, gelisah, muntah, kadang - kadang  bisa kejang demam.
       Selama ini sebagian masyarakat banyak yang berlum tahu bahwa peran rehabilitasi medikpun cukup besar di dalam upaya peertolongan tersebut. Antara lain berupa .Nebulizer untuk mencegah lebih lanjut       sumbatan di hidung , Infra Red,  SWD, dan postural draniage.
       Nebulizer, misalnya. Ia  merupakan terapi inhalasi, dengan menambahkan/ memasukkan obat2an ke dalam alat. Adapun keuntungan nebulizer adalah onsetnya cepat, efek sistemik minimal, alat dapat dibawa ( portebel),  iritasi lambung minimal. Dan untuk kasus akut bisa pada bayi dan anak. Sedangkan infra red merupakan pemanasan superfisial daya tembus dari kutis sampai subkutis,  Mempuyai efek analgetik, Efek anti inflamasi dan dapat menimbulkan efek relaksasi.
       Sedangkan Short Wave Diathermy ( SWD) merupakan pemanasan dalam, daya tembusnya  sampai ke otot dan tulang. Ia mempunyai efek analgetik, efek neuralgia, mampu mengurangi spasme otot dan nyeri otot dan memiliki efek anti inflamasi. Penanganan lain ialah dengan Postural Drainage (PD) yakni upaya untuk membantu mengeluarkan timbunan sekret paru sehingga jalan napas bersih dan bebas hambatan PD dilakukan dgn memanfaatkan mekanisme efek gravitasi

Pembicara berikutnya adalah dokter Titin. Dalam paparannya antara lain mengatakan pentingnya mengetahui perbedaan antara pilek (common cold) dengan Flu (influenza). Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Dalam kesempatan itu dokter Titin menanyakan kenapa seseorang anak sering batuk/ pilek. Padahal secara logika bayi telah mendapat imunitas (zat kebal) dari ibunya/ ASI.Namun pada kenyataannya, banyak bayi yang mengidap batuk pilek. Untuk itu para ibu diharapkan dapat mengetahui faktor - faktor pencetusnya, antara lain lingkungan yang kurang ehat, misalnya adanya polusi tinggi di rumah karena ada anggota keluarganya yang merokok, penggunaan air conditioning pada bayi yang alergi dingin, penggunaan kipas angin yang menerbangkan debu di rumah, juga adanya penularan virus di sekolah/ mall maupun tertular pengasuhnya. Jadi, apabila ibu - ibu pergi ke Mall, anak - anak sebaiknya tidak selalu di bawa ke Mall karena dapat tertular penyakit di sana, tandas Titin.
Orangtua perlu mencermati latar belakangnya apabila anak kita sakit. Ada dasar alerginya atau tidak. Apakah lingkungan anak ada yang batuk atau pilek dan bagaimana daya tahan tubuh si anak ?
Adakah obat untuk membantu anak yang pilek dan flu ? Tanya Titin di sela - sela ceramahnya. Terdapat strategi atau kiat - kiat untuk membantu mengatasi permasalahan pilek pada anak.
Untuk yang disebabkan alergi, maka anak perlu dihindarkan drai pencetusnya (alergen), istirahat cukup, aktivitas anak perlu dibatasi, juga asupan gizi seimbang. Dan,  yang penting lagi yakni singkirkan barang - barang penyebab alergi (debu karpet, hewan piaraan dan makanan)
Jika disebabkan oleh virus, maka si anak perlu diberi makanan bergizi (buah yang
banyak mengandung vitamin. Ia mengingatkan  bahwa pada dasarnya tidak ada oat yang dapat menyembuhkan pilek, baik antibiotika, suplemenvitamin C/ Zn. Anak perlu bweristirahat. Bila hidung tersumbat bisa diberi 2 (dua) tetes larutan garam dapur NaCl 09% dan lain - lain seperti pengunaan inhalasi tradisional, obat penurunpanas jika suhu di atas 38 tahun. Upayakan kamar lebih lembab.
Dr. Titin juga memberikan wejangan, kapan seorang anak dibawa ke dokter, yaitu apabila demam anak berlangsung lebih dari 72 jam. Anak rewel. Lesu. Lemas, menggigil dan pusing. Ingus kental berwarna disertai sesak napas, sekitar bibir biru. Pasien buang air kecil jarang, tidak mau minum dan dahak disertai becak darah. Tanda -tanda lain yang disarankan untuk di bawa ke dokter adalah pilek lebih drai 10 hari, sakit telingga atau telingankeluar cairan, nyeri berat pada muka dan dahi, kemudian napas berbunyi, suara parau dan tenggorokannya sakit.
       Jadi dapat disimpulkan bahwa tdak ada obat yang dapat menyembuhkan virus pilek atau flu. Sedangkan  obat - obat flu yang beredar di pasaran biasanya mengandung :analgesik (pereda rasa sakit), antihistamin (menekan alergi). Ekspektoran (mengeluarkan dahak). Antitusif (penekan batuk) dan dekongestan (menghentikan pilek).
Jikalau akan memberikan obat, maka gunakan obat sesuai anjuran dokter.
Prinsip pengobatan secara garis besar meliputi :  pengobatan simptomatik, pengobatan untuk mengurangi gejalanya, istirahat, hidrasi cukup, pengendalian demam dan nyeri ototn pertahankan kenyamanan bernafas. Antibiotik bisa dipertimbangkan apabila terjadi infeksi dan apabila terdapat penyulit.
Pilek jangan disepelekan karena bisa menimbulkan komplikasi ke mana - mana., seperti infeksi telinga tengah dan sinus, ensefalitis, bronkhitis dan pneumonia.
       Terdapat terapi dada yang dapat menolong anak yang terserang pilek.  Terapi ini bisa diberikan pada : (1) Anak hipersensitif batuk  pilek menjadi berkepanjangan., (2) anak belum memiliki reflek kuat, (3)  Lendir kental sehingga apabila tidak segera di keluarkan akan menjadi tempat berkembang biak kuman selain uga mengganggu proses  oksigenasi sehngga infeksinya lebih lama Terapi Dada/ Chest therapy membantu proses penyembuhan

Foto kegiatan :

Foto Atas Kiri : dr. Dion Santoso, SpRM. Kanan Atas : dr. Titin Eko Nugraheni, Kanan Bawah : Peserta Dialog Pagi, Kiri Bawah : Peragaan Nebulizer